Logo
eMail: info@baguus.com
RSS Feeds
Follow on Twitter
Facebook

Manusia yang bermanfaat

April 14, 2012

Oleh Harry Gunawan

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat bagi manusia lain. Tidak memandang kaya, miskin, berpangkat atau orang biasa, siapa yang berguna bagi lingkungannya, dialah manusia yang memiliki kelebihan sesungguhnya.

Ukurannya bukan kesuksesan. Sukses itu gampang diraih. Asal tekun dan fokus berusaha, kesuksesan bisa segera digenggam.

Bagi saya kesuksesan itu cuma pencapaian puncak dari seseorang. Ketika seseorang merasa sukses, berarti purna sudah tugasnya. Tidak ada lagi yang harus diperjuangkan karena semuanya sudah selesai.

Yang sulit itu justru menjadi manusia bernilai lebih. Sejauh mana kita dapat memberikan nilai lebih bagi sekitarnya. Apa saja manfaat yang dapat kita berikan kepada komunitas.

Seberapa pun besarnya, kita harus menjadi manusia berguna. Saya mengibaratkannya seperti menuangkan air ke dalam gelas.

Saat kita menuangkan air terus-menerus ke dalam sebuah gelas sampai penuh bahkan hingga meluber, tumpahan air itulah yang menjadi kelebihan kita. Tumpahan yang melebar ke mana-mana itu dapat memberikan sesuatu dan manfaat bagi komunitas di sekitar kita. Semakin banyak tumpahannya, semakin banyak pula yang seharusnya bisa dinikmati orang lain.

Namun apabila hanya memiliki target mengisi gelas sampai dengan batasnya, sesuai dengan daya tampung gelas, maka usahanya hanya sebatas memenuhi isi gelas. Tidak ada niat memberikan kelebihan bagi orang lain.

Maka itu, janganlah merasa puas pada apa yang kita dapatkan. Merasa puaslah dengan apa yang bisa kita berikan kepada orang lain.

Kepuasan batin yang kita cari, bukan semata-mata materi. Maka itu, kita harus bisa memberi, kapan pun dan di mana pun.

Kita harus selalu memiliki akar pada komunitas. Pengusaha bisa besar karena ada masyarakat. Dia tidak bisa besar dengan sendirinya. Pebisnis sebenarnya dibangun oleh masyarakat.

Mencari keuntungan dari bisnis memang harus. Tapi jangan rakus. Kerakusan pebisnis selalu merugikan konsumen. Padahal sumber utama penghasilan kita adalah konsumen. Masak sih tega menyengsarakan pemberi penghasilan kita?

Oleh sebab itu, kembalikan lagi setiap memiliki kelebihan kepada masyarakat. Tak perlu menimbang-nimbang berapa banyak hasil yang bisa ditumpuk. Namun pikirkan saja seberapa banyak yang sudah kita berikan kepada masyarakat.

Tidak perlu investasi mahal-mahal untuk memberikan nilai lebih bagi orang lain, dalam hal ini konsumen. Cukup dengan membuktikan janji dengan kenyataan, itu sudah termasuk nilai lebih bagi konsumen.

Filosofi bahwa kehadiran kita harus selalu memberikan manfaat, menjadi modal utama membangun bisnis. Kita akan selalu dilecut untuk memberikan yang terbaik dan pelayanan optimal bagi konsumen. Apalagi di dunia properti.

Satu sisi, memiliki properti bagi sebagian orang merupakan perjuangan seumur hidup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Bagi segmen tertentu, memiliki properti itu bagian dari investasi untuk masa depan.

Benang merahnya, pebisnis properti harus berdedikasi antara menyediakan sarana papan yang layak sekaligus nilai aset terus naik di masa depan. Pemenuhan dua hal tadi membutuhkan tanggung jawab tinggi, tidak sekadar keinginan meraup penjualan sebanyak-banyaknya.

Sumber: Kontan.co.id



___________

Related posts:

  1. Jalani genba, lihat dan dengar suara konsumen
  2. Pemimpin harus tahu saat bisnisnya sudah cukup
  3. Mencari Kesamaan Value
  4. Ilmu yang Bermanfaat
  5. Berbuatlah sesuatu

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

About

Koleksi Ilmu dan Pengetahuan, yang mampu menembus yang samar, menemukan sesuatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. Agar Selamat Dunia dan Akhirat.. Aamiin

Hak Cipta

Hak Cipta video, gambar, ilustrasi, photo, tulisan akan kami cantumkan secara proposional bila di ambil dari sumbernya (tidak ada bila tidak jelas sumbernya). Kami tidak akan mencantumkan identitas kami bila memang bukan hak kami. Bila ada hal yang terlupa, kepada pemilik hak cipta yang haknya terlanggar oleh kelalaian kami sudilah mengingatkan...(bepe)

DR. Ibrahim Elfiky

"Lakukan semua kebaikan yang Anda bisa. Kebaikan apa pun yang Anda bisa, dengan cara apapun yang Anda bisa, dalam hal apa pun yang Anda bisa. Kapan pun Anda bisa, kepada siapapun, selama Anda bisa. Imbalannya, puncak Kesuksesan dan kebahagiaan."

Thomas A. Kempis

"Jangan kecewa jika Anda tidak dapat mengubah orang lain seperti yang Anda inginkan, selama Anda tidak mampu mengubah diri Anda sendiri".

baguus on twitter

Rumi

Inilah Cinta: Terbang tinggi ke langit
Setiap saat mencampakkan ratusan hijab
Pertama kali menyangkal hidup (zuhud),
Pada akhirnya (jiwa) berjalan tanpa kaki (tubuh)
Cinta memandang dunia telah raib
Dan tak mempedulikan yang nampak di mata

Rumi

"Jangan kau seperti iblis, Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam. Lihatlah di balik lumpur, Beratus-ratus ribu taman yang indah!."

Doa Harian

“Ya Allah, tanamkanlah kecintaan kami kepada iman dan hiasilah hati kami dengan iman. Dan jadikanlah kami benci kepada kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan. Dan jadikanlah kami golongan orang-orang yang terbimbing.”

"Demi Allah pencipta Bumi, Langit dan semua diantaranya. Mudahkanlah kami untuk mengurus hal-hal terbaik bagi kami. Hal-hal terbaik yang dapat membersihkan jiwa, hati dan pikiran kami agar lebih bertakwa kepada Mu.
Amiiin." (bepe)